Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

31 Desember 2015

Pap, bagaimana kabarmu? Dulu, dulu sekali .. kita sangat jarang bertemu. Pagi, ketika ku hendak pergi sekolah, kau masih saja tertidur dikasurmu. Siang, ketika ku pulang sekolah, kau masih sibuk dengan pekerjaanmu. Petang, disaat aku ingin bercengkrama denganmu, kau nampak kelelahan selepas seharian bekerja mencari nafkah. Bahkan saat malam, tak jarang kau harus keluar untuk menyelesaikan pekerjaanmu. Tapi aku tak pernah mengeluh, Pap. Walaupun sebenarnya aku ingin sekali menghabiskan waktu-waktuku bersamamu. Mamah selalu bilang kepadaku, "walaupun begitu, papap sayang kepada kita". Aku percaya itu, Pap. Aku tak pernah merasa kesepian, karena ada Mamah yang selalu menemaniku, juga kedua kakakku yang selalu menjagaku, menggantikanmu saat kau tak ada didekatku. Selepas kepergian Mamah, kurasakan berbeda pada dirimu. Kau bukanlah Papap yang kukenal dulu. Bukan, aku bukan membencimu. Justru aku mencintaimu lebih dari sebelumnya. Yang kurasakan saat ini, kau lebih me

8 November 2015

Aku begitu membenci, ketika aku hanya sendiri. Tanpa siapapun menemani. Otak dan pikiranku bisa begitu kacau, terbang kesana kemari, mengingat-ngingat masa lalu, atau berkhayal tentang kehidupanku dimasa depan. Sesekali hal itu membuatku gila. Dimana aku mengingat masa lalu yang begitu indah, dan tak dapat aku temui lagi dimasa depan. Atau memikirkan, apa jadinya aku nanti, dengan aku dan masalaluku yang kelam. Aku selalu berharap aku bisa mengeluarkan semua yang ada dipikiranku, kemudian memilihnya satu persatu, kususun kembali hanya bagian yang ingin aku ingat. I really wish I can do that.

31 Oktober 2015

Karena aku tak pernah tahu, tak pernah mengerti, kemana langkah kaki ku arahkan. Seperti air, aku hanya terus mengikuti alurnya. Membawaku ke hilir sungai, atau ke samudera, deras atau tidak ... aku hanya mengikutinya.

20 oktober 2015

Bayangkan ketika semuanya berubah menjadi "sekedar formalitas" Tak ada yang benar-benar tulus padamu Tak ada yang benar-benar peduli terhadapmu Tak ada yang benar-benar menghargaimu Mereka acuh, tapi untuk beberapa waktu mereka menunjukan kepeduliannya terhadapmu. Kepedulian yang tak nyata. Semata-mata hanya untuk formalitas belaka. Bisa jadi karena status antara kau dan mereka adalah "sodara", "kawan lama", atau mungkin "sahabat" Tapi itu menurutmu, menurut mereka dirimu bukanlah siapa-siapa, bukanlah apa-apa.

Firasat

Entah apa yang sedang memenuhi pikiranku saat ini, padahal sama sekali tidak terpikirkan olehku akan memimpikanmu senyata ini, sepagi ini. Yang kuingat, semalam aku masih sulit memejamkan mata, padahal pagi-pagi sekali aku harus bangun untuk menemui Ulfah. Aku menyetting alarm diponselku  pukul 04:00 pagi. Tanpa terasa, aku terlelap, hingga tiba-tiba ponselku berdering kencang sekali. Aku terbangun, lalu kumatikan alarm yang bunyinya seperti malaikat yang meniup sangkakala itu. Seketika aku tersadar, "ah, masih gelap.. nanti aja kalo udah jam lima lewat" pikirku. Janji untuk sekedar lari pagi bersama Ulfah ini adalah janji kesekian yang belum sempat terlaksana, dan rasanya minggu pagi ini harus benar-benar terlaksana.. Apa yang terjadi selanjatnya, aku tidak ingat. Tiba-tiba saja, dihadapanku berdiri sosok yang tak asing bagiku, wajahnya samar-samar kupandangi, tak begitu jelas, tapi aku mengenali suara itu. Ingin aku mengingatnya, tapi semua terasa abu-abu bagiku. Dia me

18 agustus 2015

" Renungkanlah kembali jalan hidup yang kamu ambil dan sedang kamu tapaki. Jika kamu merasa kacau, mungkin tandanya kamu harus kembali pada Tuhan. Hanya Dia yang tidak akan pernah mencampakkan dan memandangmu rendah." Kutipan yg kubaca pagi ini, teman sarapan sebelum memulai aktifitasku. Renungan untuk malam kemarin yg kacau.

Percakapan Tentang Terbang Dua Elang

“Bulan depan ada lomba terbang di negeri seberang. Kau ikut?” “Tidak.” “Kenapa?” “Aku tidak tertarik. Aku tak pandai terbang.” “Bukankah sekarang ini kau justru sedang belajar terbang?” Ia terdiam dan memandang langit biru yang membentang indah di atas sana. Langit yang indah. Ia selalu mengagumi langit dan siapapun yang dapat terbang bebas di atas sana. Terbang dengan bebas, dengan gagah. “Aku belajar terbang bukan untuk terbang selamanya.” “Aku masih belum paham.” “Aku belajar terbang karena aku ingin pergi jauh ke tepi pantai yang akan mempertemukanku dengan samudera. Di sana aku akan kembali menjadi diriku. Aku akan mengeluarkan sirip yang selama ini tersembunyi di balik sayap buatanku.” “Kau tak akan jadi elang lagi?” “Menjadi elang yang selalu tampak bodoh dan tak tahu terbang, maksudmu?” “Jangan berkata seperti itu.” “Hahaha. Aku tidak sedang berpikiran negatif. Aku mengatakan itu justru karena aku tahu siapa diriku sebenarnya. Ak

Malam ini tak seperti malam kemarin...

Allahuakbar allahuakbar allahuakbar Laailahailallahhu allahuakbar Allahuakbar walillahilham Senengsih, bahagia. Pasalnya tahun ini masih dikasih kesempatan ngelewatin bulan ramadhan dan nyambut lebaran bulan syawal bareng papap. Yaap, masih bareng papap. Tapi sedih juga, rasanya semua orang sibuk sendiri. Kakakku yg pertama, entah apalagi yg dicari.. malam takbir seperti ini masih harus keluar rumah. Kerja. Kakakku yg kedua, sepertinya lebih suka berkumpul bersama teman dibanding keluarga.😔 Rumah berasa sepi...

I wanna go home

Gambar
I'm not growing old or living in this town. But when I'm there, I feel like: I'm home.

Cinta semanis garam

Cinta semanis garam. Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta, si gadis tampil luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang mencoba mengejar si gadis. Si pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada yang begitu memperhatikan dia, tapi pada saat pesta selesai dia memberanikan diri mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si gadis agak terkejut, tapi karena kesopanan si pria itu, si gadis mengiyakan ajakannya. Dan mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop, tapi si pria sangat gugup untuk berkata apa-apa dan si gadis mulai merasa tidak nyaman dan berkata, “Kita pulang aja yuk…?”. Namun tiba-tiba si pria meminta sesuatu pada sang pramusaji, “Bisa minta garam buat kopi saya?” Semua orang yang mendengar memandang dengan ke arah si pria, aneh sekali! Wajahnya berubah merah, tapi tetap saja dia memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumnya. Si gadis dengan penasaran bertanya, “Kenapa kamu bisa punya hobi seperti ini?” Si pria menjawab, “Ke

Old Page

Gambar
Ketika mengingatmu, aku sengaja membuka kembali halaman demi halaman buku harian lamaku. Mencoba menghangatkan kenangan indah yg sempat mati .. Dan ku temukan ini. Kata-kata indah terakhir yg kau ucapkan, sepertinya. "Memang tak mudah tuk mengerti apa yang kau alami, tak peduli apapun yang kau lakukan, hal yang sama kerap terjadi meski telah berusaha menghindar. Itulah putaran waktu yang akan menemui titik atas dan bawah. Sebagaimana telah kau lewati tahun-tahun dengan banyak canda tawa, kesedihan, dan banyak harapan... Jadikanlah tahun ini sebagai jalan keyakinan dirimu dan apa yang ingin kau capai kelak... Selamat ulang tahun, semoga diberi kesehatan yang luar biasa... Amiin. Tak lupa ku ucap maaf bila banyak sikapku yang kurang menyenangkan.. Sekali lagi selamat ulang tahun my little princess .."

23 Juni 2015, 00:43

Jadi, kau sudah menyerah untuk menunggunya? Kau tak lagi berharap untuk menemuinya? Kau sudah berhenti menangis karena merindukannya? Kau sudah mampu tidur lebih nyenyak sekarang? Kau bahagia sekarang?

Ya.

Senja seperti ini yg kurasakan dulu. Semilir angin, jingga dan birunya langit, bising suara kendaraan yg saling berpacu. Semuanya persis seperti dulu. Ketika aku berdiri dibalkon itu, menarik nafas dalam, meresapi penat, menikmati lelah selepas bekerja. Sendiri. Saat-saat seperti inilah bayanganmu selalu kembali. Saat-saat sendiri. Tapi sejenak aku tersadar, bayanganmu mulai menghilang, menjauh pergi tak terhingga. Dan, sama sekali tak kurasakan apa-apa lagi. Tak seperti kemarin, saat setiap hari sepiku meratapimu. Mengiringi kepergianmu dengan air mata. Aku kini telah terbangun dan benar-benar bangun. Meski mimpi masih tersisa.

16:54 Kam, 11 Juni 2015

bagaimana bisa, aku hidup bukan dengan diriku. Pura-pura tersenyum bahagia hanya untuk membahagiakan, tak memperdulikan apa yg dunia katakan, meninggalkan mereka-mereka yg kucintai.. Hidup penuh kepalsuan. Sungguh ini bukan diriku, bukan jiwaku. Andai semua mengerti, andai semua paham. Aku tak mencintainya, aku tak menginginkan ini... aku hanya ingin menjadi diriku. Sesungguhnya diriku.

04:00

Aku masih terlalu bodoh, bahkan sangat bodoh untuk memahami kehidupan ini. Aku masih saja tidak mengerti, kenapa aku harus melewati fase pendewasaan seperti ini. Mengapa tidak selamanya saja aku menjadi anak kecil yang benar-benar tidak ingin tahu tentang apapun yg terjadi. Anak kecil yang tidak akan pernah bertanya "mengapa semuanya harus terjadi?" Semakin aku menyadari bahwa dunia semakin kejam, semakin ingin aku segera meninggalkannya. Meninggalkan semua kehidupan beserta atributnya. Sejauh ini, aku rasa aku telah berusaha sekeras mungkin untuk meyakinkan bahwa akan ada pelangi setelah hujan badai sekalipun. Tapi aku tidak pernah menemukannya. Aku ingin semua ini segera berakhir. Aku ingin menikmati hidupku layaknya anak perempuan yg lainnya. Aku hanya ingin melewatinya secara wajar. Aku lelah.. Akankah setelah matahari terbit nanti, dunia masih sekejam malam ini?

Min, 7 Juni 2015 - 02:45

Aku mungkin belum merasakan apa yg kakakku rasakan, tapi sepertinya cepat atau lambat aku juga akan merasakannya. Ya, memang benar. Kami adalah tumbal. Ingin rasanya aku pergi dari dunia ini segera.

Nak...

Nak, jika kau terlahir nanti, ibu akan mengenalkanmu kepada seseorang. Seseorang yg akan mengumandangkan adzan dan melafalkan syahadat ditelingamu. Dia adalah seorang lelaki dengan kekuatan super. Kekuatannya bahkan jauh melebihi Superman. Dia selalu ada untuk ibu, ketika ibu membutuhkannya. Dia yang selalu memberikan apa yang ibu butuhkan. Dia tak pernah lupa untuk mengingatkan ibu hal-hal yg bahkan sering ibu lupakan, dia tak pernah sekalipun membiarkan ibu merasa kesakitan, ibu yakin, dia sangat menyayangi ibu, juga menyayangimu. Nak, lelaki itu sering ibu kecewakan. Tapi dia tak pernah menyerah memperjuangkan cintanya. Dia setia menunggu ibu. Dia bertahan untuk meyakinkan hati ibu bahwa hanya dialah yg terbaik untuk ibu. Dia tak pernah mengingkari janjinya, janji sekecil apapun itu. Sungguh, dialah yg benar-benar mencintai ibu dengan sepenuh hati. Meskipun terkadang dia tak mampu menahan emosinya, semua dia lakukan semata-mata karena tak ingin kehilangan ibu. Nak, ibu ha

13 Mei

Aku hanya ingin pergi, ke sisi bumi yang lain. Entah dimanapun itu, yg tak satupun mengenali aku. Aku ingin pergi dari sini, pergi sejauh yg aku bisa. Melangkahkan kaki, tanpa seorangpun kan menahan, kan menangisi. Tanpa beban. Terbang bebas. Mengudara. Aku lelah dengan semua yg ada. Aku ingin pergi..

Lentera Cinta - Pia Utopia

Gambar
Seribu kali ku coba menghindari Seribu kali ku coba tak kembali Namun langkahku menjadi kian pasti Menatap bayangmu dalam cinta yang semu Seribu kali ku menatap gambarmu Seribu kali ku menyebut namamu Hasrat padamu kian mendesak kalbu Namun selalu aku merasakan tak mampu Reff: Kemana ku harus melangkah Jejakmu samar-samar ku ikuti Kemana ku harus melangkah Cintamu terlalu sulit untukku Terangilah kasih lentera cintamu itu Agar ku tak jatuh dalam kegelapan Agar ku tak jatuh dalam kegelapan Back to Reff: Terangilah kasih lentera cintamu itu Agar ku tak jatuh dalam kegelapan Terangilah kasih lentera cintamu itu Agar ku tak jatuh dalam kegelapan Agar ku tak jatuh dalam kegelapan

Hmm..

"Kamu ya, gak takut apa darah tinggi kopi item terus. Lambungmu itu lho, kopi-kopi yang ringan kan banyak" "Jangan begadang terus yah, tidur. Kasian tuh mata main hp terus. Biasaan deh.." "Jaket kan banyak, kenapa gak dipake sih? Angin malem itu jahat" "Sekali-kali kamu cobain makan duren, rasanya gak seburuk bau-bau yang kamu ceritain" "Kapan kamu bisa lupain dia?" "Coba dewasa napa, status-statusmu itu .. Duh!" "Karena aku tulus sayang sama kamu.."

Marry Me?

Aku memandangi wajah lelap Nessa. Ia sangat cantik. Sangat sangat cantik. Terutama jika ia tidur sambil mengenakan kemeja kerjaku yang kebesaran di tubuhnya dan pundaknya yang telanjang menyembul di kerahnya. Menyenangkan sekali untuk diperhatikan lama-lama. Ia bergerak pelan sebelum membuka matanya. Aku seperti melihat matahari terbit dari sana. “Selamat pagi”, bisikku sambil mengecup keningnya. Ia menatapku dengan mata jernihnya lalu tersenyum dan melingkarkan tangannya ke leherku. Ia mengecup lembut bibirku, aku mencuri pandang wajahnya. Ia mengecupku sambil menutup matanya, dan aku merasa bahagia karena dicintai dengan sungguh olehnya. Ia melepaskan bibirnya dari bibirku lalu tersenyum lagi. “Mau sarapan apa?”, tanyanya masih dengan memandangku mesra. “Scrambled egg with cheese”, jawabku. Ia tertawa lalu bangkit dari kasur dan berjalan menuju dapur. Apartemenku tak terlalu besar, jadi aku masih bisa mendengarnya berjalan ke dapur. Aku memutuskan untuk mengikutinya dan duduk

29 Maret 2015

Apakah dewasa itu berarti memendam semuanya sendiri? Apakah dewasa itu harus selalu berpura-pura bahagia? Apakah dewasa itu berarti tak mempunyai cita-cita?

Sluruh Nafas Ini - Last Child ft Giselle

Lihatlah luka ini yang sakitnya abadi Yang terbalut hangatnya bekas pelukmu Aku tak akan lupa tak akan pernah bisa Tentang apa yang harus memisahkan kita Di saat ku tertatih tanpa kau di sini Kau tetap ku nanti demi keyakinan ini Jika memang dirimulah tulang rusukku Kau akan kembali pada tubuh ini Ku akan tua dan mati dalam pelukmu Untukmu seluruh nafas ini Kita telah lewati rasa yang pernah mati Bukan hal baru bila kau tinggalkan aku Tanpa kita mencari jalan untuk kembali Takdir cinta yang menuntunmu kembali padaku Di saat ku tertatih tanpa kau di sini Kau tetap ku nanti demi keyakinan ini Jika memang kau terlahir hanya untukku Bawalah hatiku dan lekas kembali Ku nikmati rindu yang datang membunuhku Untukmu seluruh nafas ini Dan ini yang terakhir (aku menyakitimu) Ini yang terakhir (aku meninggalkanmu hooo..) Tak kan ku sia-siakan hidupmu lagi Ini yang terakhir, dan ini yang terakhir Tak kan ku sia-siakan hidupmu lagi Jika memang dirimulah tu

Sluruh Nafas Ini - Last Child ft Giselle

Lihatlah luka ini yang sakitnya abadi Yang terbalut hangatnya bekas pelukmu Aku tak akan lupa tak akan pernah bisa Tentang apa yang harus memisahkan kita Di saat ku tertatih tanpa kau di sini Kau tetap ku nanti demi keyakinan ini Jika memang dirimulah tulang rusukku Kau akan kembali pada tubuh ini Ku akan tua dan mati dalam pelukmu Untukmu seluruh nafas ini Kita telah lewati rasa yang pernah mati Bukan hal baru bila kau tinggalkan aku Tanpa kita mencari jalan untuk kembali Takdir cinta yang menuntunmu kembali padaku Di saat ku tertatih tanpa kau di sini Kau tetap ku nanti demi keyakinan ini Jika memang kau terlahir hanya untukku Bawalah hatiku dan lekas kembali Ku nikmati rindu yang datang membunuhku Untukmu seluruh nafas ini Dan ini yang terakhir (aku menyakitimu) Ini yang terakhir (aku meninggalkanmu hooo..) Tak kan ku sia-siakan hidupmu lagi Ini yang terakhir, dan ini yang terakhir Tak kan ku sia-siakan hidupmu lagi Jika memang dirimulah tu

Sekali lagi, hanya diam..

Karena kelemahanku ini, ketidak berdayaanku ini, aku hanya bisa memendam rindu ini sendiri. Diam-diam, aku masih menangisi ke"tidak ada"an mu dihidupku sekarang. Diam-diam aku merapalkan namamu dalam setiap do'aku. Diam-diam aku masih berharap dapat bertemu denganmu lagi. Aku yakin, kau tahu betul bagaimana perasaanku saat pesanmu muncul diponselku. Saat itu, hatiku bertanya-tanya... bagaimana dengan perasaanmu? Terkadang, sosokmu hadir bak seorang pangeran paling baik hati senegeri dongeng. Tapi seketika kau berubah menjadi sangat jahat, bahkan lebih jahat dari tokoh terjahat yang pernah ada. Sengajakah? Hm, atau mungkin hanya aku yang menilainya berlebihan. Kau tetap sama seperti dulu, tetap menjadi misteri. Selamanya misteri. Mungkin takkan pernah terpecahkan. Lihat, bahkan dalam diamku berisik sekali membicarakanmu.

Dalam diamku memanggil namamu.

Gambar
Karena aku tak mampu untuk berteriak Karena aku tak mampu untuk berbicara Karena aku tak mampu untuk menemuimu Biar kuisyaratkan namamu disini Biar kubisikan saja pada Tuhan rinduku ini Dan biar semesta yang akan menyampaikannya.

19maret2015

Gambar
Itu Bohong!! Semua yang aku bilang itu bohong.. Yakali tiga tahun mendem kangen sendirian, trus sekarang bisa biasa aja. Sejak kapan aku bisa biasa aja? You know me so well :'(

Enchanted

There I was again tonight Forcing laughter, faking smiles Same old tired lonely place Walls of insincerity, Shifting eyes and vacancy Vanished when I saw your face All I can say is it was enchanting to meet you Your eyes whispered, "Have we met?" Across the room your silhouette Starts to make its way to me The playful conversation starts Counter all your quick remarks Like passing notes in secrecy And it was enchanting to meet you All I can say is I was enchanted to meet you This night is sparkling, don't you let it go I'm wonderstruck, blushing all the way home I'll spend forever wondering if you knew I was enchanted to meet you.. The lingering question kept me up 2 AM, who do you love? I wonder 'til I'm wide awake And now I'm pacing back and forth Wishing you were at my door I'd open up and you would say, "Hey, It was enchanting to meet you, All I know is I was enchanted to meet you." This is me praying th

17 Maret 2015

pernahkah kau dengar bagaimana akhir kisah sisipus? apakah ia akhirnya menyerah dengan apa yang ia lakukan? ataukah ia menemukan bahagia pada satu titik dalam langkahnya? Penjual Kenangan

18 Maret 2015

Apa yang bisa aku lakukan selain menghitung rindu ? Hari demi hari berlalu begitu saja, namun bayangmu tetap tak ingin pergi dari hati dan pikiranku. Sampai hari ini, tepat tiga tahun kita berpisah. Rasa-rasanya baru kemarin kita masih bisa bercengkrama, berjalan menyusuri jalanan kota Yogya. Aku sadar betul. Dirimu kini pasti sudah berbahagia dengan kehidupanmu. Akupun ikut bahagia. Meski samasekali tak ada diriku dalam bahagiamu. Kau, pasti muak mendengar puluhan ribu bahkan jutaan kata rindu dariku. Tapi harus kata apa lagi yang aku ungkapkann untuk mendeskripsikan perasaan ini? Jika ada, beritahu aku. Ah, tak sepatutnya aku mengganggu kehidupanmu kini. Bahkan sekedar untuk menyapamu saja.. aku tak punya nyali.

Semua Tak Sama - Padi

Dalam benakku lama tertanam Sejuta bayangan dirimu... Redup terasa cahaya hati... Mengingat apa yang telah kau berikan... Waktu berjalan lambat mengiring Dalam titian takdir hidupku Cukup sudah aku tertahan Dalam persimpangan masa silamku... Coba tuk melawan... getir yang terus kukecap... Meresap ke dalam relung sukmaku... Coba tuk singkirkan... aroma nafas tubuhmu... Mengalir mengisi laju darahku... Semua tak sama... tak pernah sama Apa yang kusentuh... apa yang kukecup... Sehangat pelukmu, selembut belaimu Tak ada satupun yang mampu menjadi sepertimu... Apalah arti hidupku ini memapahku dalam ketiadaan Sgalanya luruh lemah tak bertumpu hanya bersandar pada dirimu... Ku tak bisa (sungguh) tak bisa Mengganti dirimu dengan dirinya... Sampai kapan kau terus bertahan Sampai kapan kau tetap tenggelam Sampai kapan kau mesti terlepas Buka mata dan hatimu, relakan semua...

Yogyakarta,

Gambar
"Karena waktu kamu bercerita tentang Jogja, kamu bercerita tentang kisahmu sendiri. Waktu kamu menikmati Jogja, kamu sedang menikmati ceritamu sendiri. Jogja berharga bagi siapa saja yang pernah punya cerita disana. Cerita tentang apa saja, tentang siapa saja, tentang dimana saja. Jogja bukan gudeg, bukan malioboro, bukan tugu dan bukan keraton saja. Jogja itu... cerita dibalik semua. Dibalik cangkir demi cangkir kopi, dan bungkus demi bungkus nasi teri. Entah apa yang dipikirkan Katon Bagaskara waktu dia menulis "Ijinkan aku untuk kembali" " Yogyakarta, saksi bisu dari segala rasa yang ada.

15 Maret 2015

Assalamualaikum ^^ Akhirnya bisa posting lagi diblog. Kayaknya ini postingan pertama ditahun ini deh. Habisnya udah jarang banget nongkrong diwarnet. Jadi gak pernah lagi nyentuh ini blog. Sekarang juga postingnya enggak di PC tapi lewat smartphone. Sedikit cerita. Alhamdulillah, tahun ini aku udah punya kerjaan. Dari akhir januari kemaren sampe sekarang masih. Setelah mondar mandir sana sini cari kerjaan akhirnya dapet jugak. Udah juga ngerasain dapet gaji pertama, bagi-bagi adik, sedekah pake uang sendiri, ngontrak rumah. Alhamdulillah kan? ^^ Yaa biarpun cita-cita pengen ke Jogja-nya belum kesampean. Tapi gapapa, kaleeem. Ini masih anak tangga yang pertama. Keep fight Ijoooh!!!